Kurir Sabu Rp300 Juta di Palembang Divonis 13 Tahun Penjara
Sidang kasus narkoba/ANTARA

Bagikan:

PALEMBANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, menjatuhkan vonis 13 tahun penjara terhadap terdakwa kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 297,38 gram senilai Rp300 juta.

Vonis majelis hakim yang diketuai Harun Yulianto tersebut sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan terhadap terdakwa Amirullah (25). Amirullah ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polisi Daerah Sumatera Selatan tersebut.

Hakim Harun Yulianto mengatakan terdakwa Amirullah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai perantara dalam jual beli narkotika yang beratnya lebih dari 5 gram bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Setelah mendengarkan keterangan- keterangan dalam persidangan tidak ada keadaan yang meringankan,” kata dia dalam amar putusan dikutip Antara, Kamis, 12 Agustus.

Dalam kasus ini, barang bukti berupa paket sabu-sabu dalam paket kecil dengan berat masing-masing 2 gram, dan tas selempang warna hitam milik terdakwa semua dirampas untuk dimusnahkan.

“Saudara diberikan waktu sampai 7 hari kedepan untuk mengambil sikap apakah menerima atau pikor-pikir untuk mengajukan pembelaan,” imbuhnya.

Terdakwa Amirullah yang mengikuti sidang dari Rumah Tahanan Pakjo Palembang memilih untuk menerima vonis tersebut.

“Kami menerima yang mulia,” kata terdakwa. Diiringi juga oleh JPU Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Devianti Itera.


Terdakwa ditangkap saat hendak mengantarkan barang bukti sabu-sabu tersebut di Kecamatan Alang-alang lebar Kota Palembang, Sumatera Selatan berkat adanya laporan dari masyarakat ada pengiriman menggunakan mobil bus antarkota dalam provinsi.

Menurut terdakwa dirinya mendapat perintah dari Fauzan (DPO) warga asal Aceh untuk mengirimkan paket narkoba tersebut dengan iming-iming upah senilai Rp9 juta namun dalam perjalanannya terdakwa baru mengaku belum sama sekali menerima uang tersebut.

Terdakwa dikenakan pasal 114 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan kurungan penjara seumur hidup di rumah tahanan Pakjo Palembang.