<i>Ngenes</i>, Ini Cerita Zaelani Dikeroyok Satpam di Sentra Vaksinasi GBK
Surat laporan Zaelani alami penganiayaan (Foto: Rizky Sulistio/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Zaelani (26) mahasiswa peserta vaksinasi yang dikeroyok satpam di sentra vaksinasi Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menceritakan awal kejadian dirinya dikeroyok.

Menurutnya, peristiwa ini berawal ketika sertifikat vaksin dirinya yang tak kunjung muncul di aplikasi Peduli Lindungi. Zaelani mengatakan, dia sudah menjalani dua kali vaksinasi di sentra vaksinasi GBK. Vaksinasi kedua dilakukan pada 31 April lalu.

Namun, dia heran karena sertifikat vaksinasi keduanya tak kunjung muncul di aplikasi peduli lindungi.

"Sertifikat vaksinasi pertama saya ada di aplikasi, kok yang kedua sampai hari ini enggak ada. Akhirnya saya inisiatif nelpon hotline 119 dan saya diarahkan ke tempat saya vaksin, yaitu di GBK," kata Zaelani saat dihubungi VOI, Senin 02 Agustus.

Berdasarkan arahan petugas call center itu, akhirnya Zaelani mendatangi sentra vaksinasi di pos V GBK pada Jumat 30 Juli lalu. Namun sesampainya di Pos V GBK, Zaelani dilarang oleh satpam untuk masuk menemui panitia vaksinasi.

Satpam itu beralasan hanya peserta vaksinasi yang hari itu mendapat jadwal vaksin yang diperkenankan untuk masuk. Korban pun diarahkan oleh satpam itu ke Pos II, namun rupanya itu adalah vaksinasi untuk pengemudi ojek online.

Akhirnya, korban diarahkan kembali ke Pos V. Namun dia tetap dicegat oleh dua orang satpam yang menjaga akses masuk. Akhirnya terjadi perdebatan antara Zaelani dan kedua satpam.

Zaelani ngotot hendak menemui panitia vaksinasi karena dia telah mendapat arahan dari petugas call center 119. Namun Satpam juga ngotot melarang Zaelani masuk karena area di dalam dikhususkan untuk peserta vaksinasi yang telah terjadwal.

"Disitu kita adu argumen. Akhirnya dua satpam itu memanggil temannya 5-6 orang. Chaos disitu, akhirnya kejadian pemukulan," sesal Zaelani.

Zaelani tak ingat berapa orang satpam yang memukulinya karena situasi sudah kacau. Saat itu, dia hanya berupaya kabur. Namun, satpam-satpam itu mengejarnya hingga tertangkap. Zaelani pun langsung digiring ke pos satpam.

"Disana saya kembali mendapat intimidasi, disuruh teken surat damai," akunya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana membenarkan bahwa korban sudah melaporkan kejadian penganiayaan pada Sabtu 31 Juli kemarin dengan Nomor: LP/B/997/VII/2021/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.

"Kita sudah terima laporan korban hari Sabtu kemarin. Saat ini masih dalam penyelidikan. Kita periksa saksi-saksi dan rekaman CCTV terkait kejadian," kata Wisnu.

Sebelumnya diberitakan, Zaelani menunggu sertifikat vaksinasi yang tak kunjung muncul di aplikasi Peduli Lindungi. Padahal dia sudah menjalani dua kali vaksinasi di sentra vaksinasi GBK. Heran sertifikat vaksinasi keduanya tak kunjung muncul, Zaelani mengunjungi sentra vaksinasi di GBK. Saat itulah dirinya dihadang oleh satpam lalu terjadi penganiayaan.