JAKARTA - Iran dan Amerika Serikat (AS) terus bertukar pesan terkait kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Minggu (31/5).
“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” ujar Araghchi melalui Telegram yang dilansir Antara dari Sputnik.
Pada Jumat pagi di Washington, Presiden AS Donald Trump menggelar pengarahan intelijen dan menyatakan bahwa ia akan mengambil keputusan final terkait isu Iran. Namun, media-media AS kemudian melaporkan bahwa sebenarnya belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.
BACA JUGA:
Sementara itu, The New York Times, Minggu, melaporkan bahwa Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat untuk kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran serta menyampaikan proposal baru kepada Teheran.
Konflik memuncak setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan kerusakan serta jatuhnya korban sipil.
Washington dan Teheran kemudian sepakat mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan pada 7 April.
Namun, upaya diplomasi yang digelar selanjutnya di Islamabad menemui jalan buntu, yang kemudian direspons AS dengan melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan tersebut guna memberikan waktu bagi Iran untuk menyusun proposal perdamaian.