Bagikan:

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengakui Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang mulai berjalan dua pekan terakhir belum menunjukkan dampak signifikan terhadap penurunan volume sampah ke TPST Bantargebang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan saat ini program tersebut masih berada pada tahap awal pelaksanaan, yakni membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.

"Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber ini baru berjalan sekitar dua minggu, sehingga saat ini kami masih dalam tahap konsolidasi pelaksanaan sekaligus pengumpulan data dari berbagai wilayah," ujar Dudi kepada wartawan, Jumat, 29 Mei.

Menurut dia, fokus utama pemerintah saat ini bukan sekadar mengejar angka pengurangan sampah, melainkan memastikan sistem pemilahan berjalan konsisten di masyarakat hingga proses pengangkutan.

"Pada fase awal ini, fokus utama kami adalah membangun kebiasaan memilah sampah di masyarakat serta memastikan sistem pemilahannya berjalan secara konsisten, mulai dari rumah tangga, kawasan, hingga petugas pengangkutan," katanya.

DLH DKI menyebut evaluasi penurunan volume sampah masih terus dilakukan. Meski demikian, pemerintah mengklaim mulai melihat respons positif masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta.

"Meskipun data pengurangan sampah masih dalam proses monitoring dan evaluasi, kami melihat adanya respons dan partisipasi masyarakat yang cukup positif di sejumlah wilayah," ucap Dudi.

Program pemilahan sampah ini menjadi salah satu upaya Pemprov DKI mengurangi beban TPST Bantargebang yang selama ini menerima ribuan ton sampah Jakarta setiap hari. Pemerintah berharap pengurangan sampah bisa dilakukan dari tingkat rumah tangga agar sampah tercampur yang dibuang ke tempat pengolahan akhir semakin berkurang.

Dudi menjelaskan, periode Mei hingga Juni 2026 masih difokuskan pada tahap sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk penyediaan sarana pendukung pemilahan sampah.

“Setelah tahapan tersebut dijalankan, implementasi pemilahan sampah akan diperluas dan diperkuat secara bertahap di masyarakat,” ujar dia.

Untuk mendampingi warga, Pemprov DKI melibatkan sejumlah unsur masyarakat seperti kader PKK, Dasawisma, hingga Jumantik untuk memberikan edukasi langsung soal pemilahan sampah di lingkungan permukiman.

"Pendampingan juga dilakukan melalui pelibatan Kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik yang memberikan edukasi pemilahan sampah secara langsung kepada warga," ungkap Dudi.

Selain pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik juga mulai diperkuat melalui metode komposting, biopori, biokonversi maggot BSF, ecoenzym, hingga Teba modern.