JAKARTA - Pangeran Hisahito mulai masuk lebih jauh ke panggung resmi Kekaisaran Jepang. Di usia 19 tahun, ia menghadiri jamuan kekaisaran pertamanya di Istana Kekaisaran Tokyo.
Dikutip dari People, Kamis, 28 Mei, Hisahito hadir pada 27 Mei untuk menyambut Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Ibu Negara Liza Araneta-Marcos.
Jamuan diplomatik itu menjadi momen penting bagi Hisahito. Menurut Jiji Press, ini kali pertama ia menghadiri acara penyambutan tamu negara.
Hisahito berada di urutan kedua pewaris Takhta Krisantemum, setelah ayahnya, Putra Mahkota Akishino.
Ia merupakan putra tunggal Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Akishino. Dalam sistem kekaisaran Jepang yang hanya memperbolehkan laki-laki mewarisi takhta, posisi Hisahito menjadi penting.
BACA JUGA:
Hisahito datang ke jamuan itu setelah kuliahnya selesai. Ia kini mahasiswa tahun kedua College of Biological Sciences, School of Life and Environmental Sciences, Universitas Tsukuba.
Naomasa Yoshida, kepala rumah tangga Putra Mahkota, mengatakan Hisahito bisa hadir karena acara itu tidak mengganggu kegiatan kuliahnya.
Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyebut kakak-kakaknya juga pernah menghadiri acara serupa saat masih kuliah. Mereka adalah mantan Putri Mako dan Putri Kako.
Mako melepas status kerajaan pada Oktober 2021 untuk menikah dengan Kei Komuro, kekasih lama sekaligus mantan teman kuliahnya.
Hukum Jepang mewajibkan putri kekaisaran meninggalkan keluarga kerajaan jika menikah dengan rakyat biasa.
Mako juga menolak pembayaran 1,3 juta dolar AS dari pemerintah Jepang. Uang itu biasanya diberikan kepada perempuan keluarga kerajaan yang kehilangan status kerajaan karena menikah.

Pernikahan Mako dan Kei sempat tertunda. Mereka bertunangan pada 2013 dan mengumumkan rencana menikah pada 2017. Namun, seperti dilaporkan BBC, rencana itu terganjal kontroversi sengketa keuangan yang melibatkan ibu Kei Komuro.
Putra Mahkota Akishino akhirnya menyetujui pernikahan mereka pada 2020. Setahun kemudian, Mako dan Kei menikah secara sederhana di kantor distrik setempat.
Setelah menikah, Mako memakai nama Mako Komuro. Ia dan Kei kemudian pindah ke New York, tempat Kei bekerja sebagai pengacara.
Pada Mei 2025, Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengonfirmasi pasangan itu telah menyambut anak pertama. Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir bayi tersebut tidak diumumkan.
Kehadiran Hisahito dalam jamuan untuk tamu negara itu menandai salah satu langkah awalnya dalam menjalankan peran publik di lingkungan Kekaisaran Jepang.