Bagikan:

JAKARTA — Revitalisasi Museum Nasional Indonesia mulai mendapat dukungan baru dari sektor filantropi. Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Danantara Trust Fund atau Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin, 25 Mei.

Kerja sama ini mencakup pengembangan fasilitas perpustakaan Museum Nasional sebagai pusat pengetahuan dan riset kebudayaan. Dukungan juga diarahkan untuk revitalisasi area gedung museum yang terdampak kebakaran agar bisa kembali digunakan sebagai ruang publik budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut kerja sama tersebut. Ia mengatakan pemerintah membuka ruang lebih besar bagi swasta dan lembaga filantropi untuk ikut memperkuat infrastruktur kebudayaan.

“Sejak hadirnya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian yang berdiri sendiri, kami juga membentuk Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya sebagai bagian dari upaya melibatkan semakin banyak pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki kekayaan budaya besar atau cultural mega diversity. Potensi itu bisa menjadi dasar ekonomi dan industri budaya, tetapi tidak cukup hanya dikerjakan pemerintah.

“Kita berharap dengan adanya Danantara Indonesia Trust dapat membangun kepercayaan dan mendorong semakin banyak filantropis untuk ikut memajukan kebudayaan nasional kita,” kata Fadli.

Ketua Pengurus Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan kolaborasi dengan Museum dan Cagar Budaya diarahkan untuk memperluas akses publik terhadap pengetahuan seni budaya.

“Bersama Museum dan Cagar Budaya, kami memulai kolaborasi untuk memperkuat akses publik terhadap pengetahuan seni budaya dan ruang pembelajaran yang lebih terbuka bagi masyarakat,” ujar Nuraini.

Ia menyebut pengembangan ruang perpustakaan dan pembelajaran publik di Museum Nasional menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia.

CEO Danantara sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengatakan program lembaganya fokus pada pendidikan, termasuk kebudayaan, kesehatan, dan sanitasi.

“Kami ingin memberikan dampak yang besar terhadap bidang-bidang yang menurut kami memang dibutuhkan dan bisa dijadikan prioritas untuk program-program kami ke depan,” kata Rosan.

Rosan menyebut Danantara Indonesia Trust membangun model filantropi yang profesional dan kredibel melalui kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional, termasuk Gates Foundation.

Penandatanganan itu berlangsung dalam peluncuran kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust bersama sejumlah mitra di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembelajaran berbasis budaya.

Revitalisasi Museum Nasional menjadi penting karena museum bukan hanya tempat menyimpan koleksi. Setelah area gedung terdampak kebakaran, publik menunggu ruang budaya itu pulih, terbuka, dan kembali bekerja sebagai pusat pengetahuan.