Bagikan:

JAKARTA - Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga memastikan seluruh personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam keadaan siap untuk mengevakuasi delapan jenazah korban pembunuhan kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI.

Hal tersebut dapat dipastikan setelah Yudha memeriksa langsung kesiapan prajurit dari mulai kelengkapan alutsista hingga kesiapan fisik.

"Seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan," kata Yudha dilansir ANTARA, Jumat, 22 Mei.

Ia menilai kesiapan fisik dan peralatan menjadi hal penting yang harus dipersiapkan karena prajurit akan menjalankan misi evakuasi di medan yang cukup sulit dijangkau, yakni di wilayah, Korowai, Yahukimo.

Selain medan yang sulit dilalui, cuaca ekstrem juga berpotensi akan memperlambat langkah prajurit ke lokasi evakuasi.

Kendati demikian, Yudha meyakini dengan segala persiapan yang ada, pasukannya akan mampu melewati medan tersebut.

Di sela-sela peninjauan kesiapan yang dia lakukan, Yudha juga menyempatkan diri untuk memberi masukan kepada prajurit untuk memperkuat strategi proses evakuasi.

Namun, saat ANTARA mengonfirmasi kapan proses evakuasi akan dimulai, pihak Koops Habema tidak bisa menjelaskan lebih lanjut.

Untuk diketahui, sebanyak delapanwarga sipil pekerja pendulang emas dibunuh oleh kelompok OPM di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (20/5).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan delapanwarga sipil itu dibunuh kelompok OPM karena dituduh sebagai mata-mata aparat.

"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis (21/5).

Wira menjelaskanpara pelaku merupakan anggota kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Setelah membunuh delapan orang warga sipil, kelompok OPM itu dikabarkan melarikan diri ke wilayah lain. Hingga saat ini, Koops Habema masih berupaya memburu para pelaku yang masih berkeliaran.

Di saat yang sama, personel Koops Habema juga akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo untuk memastikan keamanan warga setempat.