JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bebasnya warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh pasukan keamanan Israel (IDF).
Para WNI tersebut merupakan bagian dari delegasi kemanusiaan global yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla. Sudarnoto menegaskan bahwa keberhasilan pembebasan ini merupakan buah dari desakan publik global serta diplomasi nyata, sekaligus membantah adanya sangkut paut dengan pihak BOP.
“Alhamdulillah, saudara-saudara kita yang diculik oleh IDF telah dibebaskan setelah berbagai tekanan publik dan langkah-langkah diplomatik dilakukan. Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk pembebasan ini,” ujar Sudarnoto dalam keterangan resminya.
BACA JUGA:
Kecam Tindakan Kekerasan IDF terhadap Relawan Kemanusiaan
Sudarnoto mengecam keras aksi penahanan tersebut. Menurutnya, tindakan IDF yang memperlakukan para pejuang kemanusiaan secara kasar dan tidak manusiawi telah melanggar hukum internasional serta mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
Terkait momentum pembebasan WNI di Israel ini, Ketua MUI menyampaikan 5 poin penting:
- Pola Kejahatan Israel yang Terus Berulang
MUI mengingatkan bahwa intimidasi terhadap relawan merupakan strategi Israel untuk memutus dukungan internasional terhadap Palestina. "Tujuannya jelas, menghancurkan semua cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk bantuan kemanusiaan dan dukungan sosial, politik, serta diplomatik untuk bela Palestina," jelas Sudarnoto.
- Status Pelanggaran Hukum Israel Tetap Berjalan
Meskipun relawan Global Sumud Flotilla telah dilepaskan, hal tersebut tidak menghapus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Israel. Sudarnoto menegaskan bahwa Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, tetap harus bertanggung jawab atas tindakan sewenang-wenang tersebut.
- Murni Jalur Diplomasi, Tidak Ada Kaitan dengan BOP
Sudarnoto secara tegas meluruskan spekulasi yang beredar mengenai proses negosiasi. Ia menyatakan bahwa proses pembebasan ini murni hasil kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, tanpa keterlibatan pihak BOP.
"Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat yang dilakukan berbagai organisasi seperti MUI, lembaga filantropi, aktivis bela Palestina, serta peran media," tegasnya.
- Kunci Kemerdekaan Palestina adalah Kebersamaan
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa gerakan yang solid mampu membuahkan hasil nyata. Kebersamaan seluruh elemen masyarakat dunia diyakini menjadi kunci utama untuk mendesak sanksi internasional terhadap Israel dan mewujudkan kemerdekaan Palestina.
- Apresiasi Tinggi untuk Keberanian Delegasi Indonesia
MUI memberikan penghormatan tertinggi kepada seluruh delegasi Global Sumud Flotilla, khususnya perwakilan dari Indonesia, yang tetap istiqomah menghadapi risiko besar di jalur laut. Sudarnoto berharap keberanian ini dapat menular dan menginspirasi generasi muda lainnya di tanah air.
Ucapan Terima Kasih kepada Pemerintah dan Lembaga Filantropi
Menutup pernyataannya, Prof. Sudarnoto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas langkah diplomasi yang responsif dan bersungguh-sungguh dalam menyelamatkan nyawa warga negaranya di luar negeri.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada jaringan Global Sumud Indonesia serta seluruh lembaga filantropi yang terus mengawal misi kemanusiaan ini demi masa depan Palestina yang merdeka.