Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan telah "menerima pesan" dari Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan negosiasi.

Araghchi mengatakan Iran bersedia melanjutkan pembicaraan dan terbuka terhadap dukungan, termasuk dari China.

"Kami menerima pesan lagi dari Amerika yang mengatakan bahwa mereka bersedia melanjutkan pembicaraan dan melanjutkan interaksi," kata Araghchi kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan blok negara-negara BRICS di New Delhi, Jumat 15 Mei, dikutip dari AFP.

Araghchi berbicara sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden China Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Xi disebutkan Trump juga berjanji tidak mengirim peralatan militernya untuk membantu Iran dalam perangnya melawan AS dan Israel.

"Kami menghargai negara mana pun yang memiliki kemampuan untuk membantu, khususnya China," kata Araghchi.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan China, kami adalah mitra strategis satu sama lain, dan kami tahu bahwa China memiliki niat baik, jadi apa pun yang dapat mereka lakukan untuk membantu diplomasi akan disambut baik oleh Republik Islam,” tambahnya.

Dalam negosiasi AS-Iran putaran pertama, Pakistan telah menjadi mediator utama. Sejak saat itu Pakistan intens menengahi proses perundingan damai.

“Proses mediasi oleh Pakistan belum gagal, tetapi berada dalam jalur yang sangat sulit, terutama karena perilaku Amerika dan ketidakpercayaan yang ada di antara kita,” kata Araghchi.