Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali memastikan jika pasokan BBM, LPG, dan minyak mentah nasional dalam kondisi aman. Stok energi tersebut, menurut Bahlil berada di atas standar minumum nasional.
Hal tersebut disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 Mei. Selain soal stok energi, Bahlil juga melaporkan penataan izin tambang. Fokusnya pada izin usaha pertambangan atau IUP di kawasan hutan dan izin tambang yang selama ini tidak dijalankan.
Menurut Bahlil, ada perusahaan yang sudah memegang IUP dan seluruh izinnya lengkap, tetapi kegiatan tambangnya tidak berjalan. Kondisi seperti ini menjadi perhatian pemerintah karena izin tambang semestinya tidak hanya berhenti sebagai dokumen. Presiden Prabowo, menurut Bahlil, telah memerintahkan evaluasi izin tambang tersebut sekitar satu hingga dua bulan lalu.
Bahlil mengatakan, telah melaporkan perkembangan penataan izin itu kepada Presiden Prabowo. Langkah ini menjadi penting karena izin tambang menyangkut pengelolaan sumber daya alam, kawasan hutan, dan kepastian investasi. Pemerintah kini mulai menyoroti pemegang izin yang tidak menjalankan kewajibannya di lapangan.
Evaluasi IUP mangkrak juga menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menertibkan izin tambang yang tidak produktif. Dengan begitu, izin pertambangan tidak hanya menjadi aset di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat ekonomi dan tetap berada dalam koridor aturan.