Bagikan:

JAKARTA - ASEAN secara historis mampu menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tantangan di kawasan, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono, saat mengikuti Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting) yang berlangsung di Cebu, Filipina pada Hari Rabu.

ASEAN Foreign Minister’s Meeting yang kali ini digelar saat dunia terdampak dari krisis global, khusus yang terjadi di Kawasan Timur Tengah.

Berbicara di hadapan Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN dan Sekjen ASEAN, Menlu Sugiono mengatakan "ketahanan ASEAN sekali lagi diuji oleh dampak riak konflik di Timur Tengah."

"Secara historis, ASEAN telah mampu menunjukkan ketahanan dalam menanggapi tantangan di kawasan ini," kata Menlu RI Sugiono dalam pernyataannya saat pertemuan, dikutip dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (7/5).

Menlu Sugiono dalam kesempatan ini mengapresiasi dan memuji Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro "atas kepemimpinannya dalam mengkoordinasikan respons tepat waktu ASEAN terhadap situasi yang berkembang ini."

amm filipina
Menlu Sugino saat mengikuti ASEAN Foreign Minister’s Meeting di Cebu, Filipina 7 Mei. (Sumber: Kemlu RI)

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN diselenggarakan sebagai bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 dan rangkaian pertemuan terkait.

Pekan lalu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Ina Hagniningtyas Krisnamurthi menjelaskan, KTT kali ini yang mengusung tema "Navigating Our Future Together" akan berbeda dari gelaran biasanya, di mana ada pertemuan dengan pelaku bisnis, parlemen hingga kelompok muda.

"Kali ini semua itu dihapus dan difokuskan pada dampak konflik global, khususnya Timur Tengah, terhadap kawasan ASEAN," ujar Dubes Ina dalam media gathering di Gedung Nusantara, Kemlu RI, Jakarta, Kamis (30/4).

"Jadi yang dibahas agendanya adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi di seluruh kawasan," lanjut Dubes Ina.

Terkait itu, Filipina direncanakan mengundang Presiden Asian Development Bank (ADB) Masato Kanda untuk hadir dalam KTT kali ini guna memberikan paparan kondisi perekonomian global terkini.

Rangkaian KTT kali ini dimulai pada tanggal 6 Mei dengan gelaran Senior Officials Meeting.

Pada tanggal 7 Mei KTT beragendakan pertemuan tingkat menteri. Di tanggal yang sama juga kan digelar pertemuan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada malam hari.

menlu sugiono
Menlu Sugino saat mengikuti ASEAN Foreign Minister’s Meeting di Cebu, Filipina 7 Mei. (Sumber: Kemlu RI)

Sedangkan sesi Pleno dan Retreat para Pemimpin ASEAN digelar pada 8 Mei.

Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan pers terpisah di Hari Kamis lalu mengatakan, Filipina sebagai tuan rumah sekaligus Ketua ASEAN mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri agenda utama KTT, seperti Pleno dan Retreat.

Sementara, Menlu Sugiono menurut Dubes Ina dijadwalkan menghadiri empat pertemuan dalam KTT mendatang, yakni ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM), ASEAN Political Security Commmunity (APSC), ASEAN Coordinating Council (ACC), serta Joint ASEAN Foreign Ministers and ASEAN Economic Ministers Meeting.

Dubes Ina memberi kredit pada forum terakhir yang merupakan terobosan yang dilakukan Filipina sebagai Ketua ASEAN.

"Ini luar biasa menurut saya, ini upaya Filipina menjawab tantangan dari banyak sekali pihak yang mengkritisi ASEAN," kata Dubes Ina.

Yvonne menekankan, Indonesia sebagai salah satu motor penggerak ASEAN berkepentingan memastikan kawasan tetap stabil.

Karenanya, lanjut Yvonne, perumusan respons bersama ASEAN menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia.

KTT ASEAN di Cebu ditargetkan menghasilkan sekitar 24 outcome document dengan fokus utama pada penguatan stabilitas dan ketahanan kawasan, khususnya di bidang ekonomi pembangunan, kata Dubes Ina.