JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan ahli komunikasi media Palestina, Tayser Hamdan Sulaiman, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 5 Mei. Pertemuan itu membahas peluang kolaborasi budaya untuk memperkuat dukungan kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.
Fadli menegaskan Indonesia tetap berada pada posisi mendukung kemerdekaan Palestina. Ia meminta dukungan itu terus dijaga, baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun parlemen.
“Saya mendorong masyarakat Indonesia, pemerintah, dan parlemen untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Fadli.
Menurut Fadli, isu Palestina tidak cukup hanya dibicarakan lewat jalur politik. Pendekatan kebudayaan juga perlu dipakai untuk membangun kesadaran publik. Caranya melalui museum, ruang edukasi, dan pameran bertema kemanusiaan.
BACA JUGA:
Ia menilai ruang-ruang itu dapat membantu masyarakat memahami situasi yang terjadi di Palestina secara lebih utuh.
Tayser menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komitmen Indonesia. Ia menekankan pentingnya menghadirkan narasi Palestina berdasarkan pengalaman langsung kepada publik internasional.
Selama di Indonesia, Tayser telah bertemu masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra dan Jawa. Ia juga berencana mengunjungi berbagai universitas untuk berbagi pandangan tentang kondisi Palestina, termasuk Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat.
Tayser turut menyoroti persoalan kemanusiaan di Palestina. Salah satunya ancaman terhadap akses pendidikan anak-anak, terutama anak berkebutuhan khusus.