JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kehancuran situs budaya di Gaza sebagai bentuk genosida budaya. Ia menyerukan pentingnya diplomasi budaya sebagai jembatan perdamaian di tengah dunia yang kian multipolar dan penuh konflik.
Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam Kongres Menteri Kebudayaan Negara-negara Dunia Islam (Congress of Ministers of Culture of the Islamic World) yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia, Kamis, 15 Mei 2025. Acara ini merupakan bagian dari Kazan Forum bertema “Russia and Islamic World”, yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan antara Rusia dan negara-negara Islam.
Dalam forum yang dihadiri para Menteri Kebudayaan dari 18 negara, perwakilan ICESCO, OKI, dan Liga Arab, Fadli menyampaikan keprihatinan mendalam atas kehancuran lebih dari 100 situs budaya di Gaza sejak Oktober 2023. Ia menyebutnya sebagai kejahatan perang.
“Apa yang terjadi di Gaza bukan hanya genosida manusia, tetapi juga genosida budaya. Ini adalah penghancuran identitas bangsa, peradaban, dan warisan budayanya. Dunia tidak boleh diam,” tegas Menbud Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 15 Mei.
BACA JUGA:
Menbud Fadli juga menyinggung pembentukan Kementerian Kebudayaan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan budaya global. Ia menyebut diplomasi budaya sebagai strategi penting membangun perdamaian dan kerja sama lintas negara.
“Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas budaya antarnegara Islam dan memperjuangkan keadilan melalui jalur diplomasi budaya,” ujar Fadli di hadapan forum.
Penutup, Menbud Fadli mengundang seluruh peserta kongres untuk hadir dalam World Culture Forum 2025 yang akan digelar di Bali, September mendatang. Forum itu akan menjadi panggung kolaborasi budaya dunia, sekaligus bukti bahwa diplomasi budaya mampu menjadi fondasi perdamaian global.
“Jika budaya suatu bangsa (Gaza) dihancurkan, maka identitasnya ikut hancur. Inilah saatnya kita bersatu menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk menciptakan dunia yang damai, adil, dan inklusif bagi generasi masa depan,” pungkas Menbud Fadli Zon.