JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka peluang keterlibatan swasta, korporasi, hingga filantrop dalam revitalisasi situs budaya. Ia menilai kekayaan budaya Indonesia terlalu besar jika hanya digarap pemerintah.
Hal itu disampaikan Fadli saat menghadiri Munas pertama dan seminar Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia (PEWIBI) di Auditorium Perpusnas RI, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Fadli mengatakan wisata budaya punya nilai ekonomi besar jika dikelola serius. Ia mencontohkan Istana Versailles di Prancis yang disebut mampu menghasilkan sekitar Rp30 miliar per hari dari penjualan tiket, belum termasuk merchandise.
“Wisata budaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar,” kata Fadli.
BACA JUGA:
Menurut Fadli, Indonesia punya modal kuat. Ia menyebut lukisan purba di Pulau Muna yang berusia sekitar 67.800 tahun, cagar budaya di berbagai daerah, dan ribuan warisan budaya takbenda. Saat ini, 2.723 warisan budaya takbenda telah tercatat secara nasional. Sebanyak 16 di antaranya diakui UNESCO.
Namun, Fadli menegaskan kekayaan itu tidak boleh berhenti sebagai daftar panjang aset budaya. Situs budaya, kata Menteri Fadli, harus hidup, dikunjungi, dirawat, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Ada juga situs-situs budaya kita yang didukung dan dibantu oleh pihak swasta, korporasi, bahkan individu-individu filantropis yang cinta kepada budaya,” ujarnya.
Fadli menyebut pembangunan kebudayaan butuh kerja lintas sektor. Pemerintah, masyarakat sipil, BUMN, dunia usaha, media, akademisi, dan komunitas harus masuk dalam ekosistem yang sama.
“Pembangunan kebudayaan tak mungkin dijalankan oleh pemerintah sendiri,” kata Fadli.
Ketua Umum sekaligus pendiri PEWIBI, Irlisa Rachmadiana, mengatakan organisasi itu dibentuk untuk membantu pemerintah memajukan wisata berbasis budaya. PEWIBI diresmikan pada 30 Desember 2025 dan mengklaim memiliki jaringan dari Aceh hingga Papua, serta perwakilan di Amerika, Eropa, dan Asia.
Irlisa menegaskan PEWIBI berdiri sebagai organisasi nonpolitis dan membawa semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam acara itu, PEWIBI juga memberikan penghargaan Tokoh Kebudayaan 2026 kepada Fadli Zon.