JAKARTA - “Revitalisasi warisan budaya tak bisa menunggu. Kita harus bergerak cepat agar sejarah Pamekasan tidak hilang,” tegas Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon saat menerima Bupati Pamekasan Kholilurrahman di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumar, 19 September.
Pertemuan itu membahas dua agenda utama: peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan pada 3 November 2025 dan usulan revitalisasi situs-situs budaya penting di Madura.
Bupati Kholilurrahman menekankan, momentum lima abad Pamekasan harus menjadi pemicu percepatan pembangunan lintas sektor. “Jembatan Suramadu sudah lama berdiri, tapi dampaknya bagi Pamekasan belum maksimal. Hari jadi ini harus jadi titik balik,” ujarnya.
Ia mengundang Menbud Fadli hadir dalam rangkaian peringatan yang akan menampilkan malam budaya, apresiasi seni, dan festival musik daul—ekspresi khas masyarakat Pamekasan.
BACA JUGA:
Dalam pertemuan, Bupati menyampaikan tiga usulan strategis. Pertama, revitalisasi Makam Ronggosukowati, makam raja pertama Pamekasan sekaligus ruang belajar sejarah lokal. Kedua, revitalisasi Makam Batu Ampar, destinasi ziarah utama dan warisan spiritual masyarakat. Ketiga, penguatan Museum Pamekasan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah.
Menbud Fadli menyambut usulan tersebut dan meminta Pemkab Pamekasan segera membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). “TACB penting untuk memastikan penetapan dan perlindungan situs dilakukan profesional oleh tenaga ahli bersertifikat,” jelasnya. Ia juga menegaskan Kementerian siap memfasilitasi sertifikasi kompetensi melalui LSP-P2 agar para ahli budaya dapat mengkaji dan menilai objek bersejarah secara sistematis.
Menbud Fadli menutup pertemuan dengan komitmen sinergi pusat-daerah. “Revitalisasi kebudayaan Pamekasan adalah bagian dari wajah besar budaya nasional. Kita wujudkan bersama,” tegasnya.