Bagikan:

JAKARTA - Manfaat kemitraan ASEAN dan Uni Eropa harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, kata Wakil Menteri Luar Negeri RI Arramanatha C. Nasir.

Berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam Hari Senin, Wamenlu Tata mengatakan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin strategis di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu.

Pertemuan yang dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa ini membahas upaya memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan.

"Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar. Untuk itu, kita perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan EU," ujar Wamenlu RI, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI (28/4).

Dalam kesempatan tersebut Wamenlu Tata, sapaan akrab Arrmanatha C. Nasir, mengharapkan Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini.

Untuk itu, lanjutnya, Uni Eropa harus bekerja sama dengan ASEAN dan negara Global South lainnya untuk mempertahankan sistem internasional yang terbuka, adil dan stabil.

Menutup pernyataannya, Wamenlu RI juga menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral, seraya mendorong kolaborasi ASEAN dan Uni Eropa dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif dan responsif terhadap realita dunia saat ini.

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 dihadiri oleh sejumlah Menlu dan Wakil Menlu negara ASEAN dan Uni Eropa yang juga mengangkat mengenai pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Kerja sama energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan menjadi bidang-bidang kerja sama yang menonjol sebagai prioritas. Pertemuan kali ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pandangan terkait isu-isu kawasan dan global. Pertemuan ditutup dengan adopsi Statement Bersama Menlu ASEAN-Uni Eropa.

Di sela-sela pertemuan, Wamenlu RI telah melakukan pertemuan kehormatan dengan Menlu Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa, serta pertemuan bilateral lainnya dengan Wamenlu Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.

Diketahui, kemitraan ASEAN-Uni Eropa akan memasuki usia 50 tahun pada tahun 2027.Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah terjalin sejak tahun 1977 dan memiliki potensi strategis yang besar dalam membentuk tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.