Bagikan:

JAKARTA - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah calon haji Indonesia agar tidak bepergian sendirian dan menerapkan sistem pendamping ataubuddy systemberanggotakan minimal tiga orang selama beraktivitas di Makkah, Arab Saudi.

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah Tulus Widodo mengatakan, penerapan sistem tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan jamaah maupun petugas di Tanah Suci.

"Untuk petugas maupun jamaah, setiap pergerakan pastikan dilakukan secarabuddy system.Buddy systemdalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang," ujar Tulus di Makkah, Selasa, 28 April dilansir ANTARA.

Tulus juga mengingatkan jamaah calon haji yang nantinya tiba di Makkah untuk selalu disiplin membawa kartu Nusuk saat hendak beraktivitas di luar hotel, seiring dengan pengetatan aturan masuk oleh Pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, ia juga meminta jamaah agar tidak sembarangan memilih transportasi dan hanya menggunakan taksi resmi berwarna putih atau hijau untuk menuju Masjidil Haram. Pasalnya, hanya kendaraan resmi yang diizinkan masuk ke area masjid.

"Kalau menggunakan taksi gelap dipastikan tidak bisa masuk ke area yang dilarang. Hal ini berpotensi membuat jamaah harus turun di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram," kata Tulus.

Jamaah calon haji Indonesia yang saat ini masih berada di Madinah akan mulai diberangkatkan ke Makkah pada 30 April mendatang untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menunaikan puncak haji di Armuzna.

Berdasarkan data per Senin (28/4) pukul 14.30 WIB, sebanyak 44.985 calon haji (116 kelompok terbang) telah diberangkatkan ke Arab Saudi sejak operasional dimulai pada 22 April lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.913 orang (108 kloter) telah tiba di Madinah.

Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang, yang terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.