JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat langsung menyebut sampah sebagai pekerjaan paling dekat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jumhur mengatakan banyak pekerjaan menunggu di Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, masalah sampah menjadi urusan yang paling cepat terlihat dan harus segera ditangani.
“Saya ditetapkan dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Pasti banyak hal yang harus dilakukan. Yang di depan mata, misalnya sampah,” kata Jumhur, Senin, 27 April.
Selain sampah, Jumhur menyebut Indonesia juga harus mengejar standar lingkungan global secara bertahap. Ia menyinggung berbagai perjanjian internasional yang perlu dipenuhi pemerintah.
Namun, Jumhur belum menjelaskan langkah teknis yang akan diambil dalam waktu dekat. Ia hanya menegaskan, dukungan Presiden menjadi modal penting untuk menjalankan tugas di sektor lingkungan hidup.
“Bapak Presiden punya komitmen yang begitu kuat dalam lingkungan hidup ini,” ujarnya.
BACA JUGA:
Jumhur juga meminta dukungan publik agar isu lingkungan tidak berhenti sebagai urusan pemerintah. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Ia menyebut kebiasaan itu perlu ditanamkan “di hati” masyarakat.
“Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup menjadi habits di hati kita,” kata Jumhur.
Jumhur mengatakan dampak kebiasaan menjaga lingkungan akan terasa lebih baik bagi masyarakat bila benar-benar dijalankan.
“Kalau itu terjadi, insyaallah dampaknya akan semakin baik di depan bagi masyarakat kita,” ujarnya.