Bagikan:

JAKARTA - Indonesia mulai menyiapkan panggung diplomasi budaya di Tiongkok. Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon meninjau Song Art Museum di Beijing, Minggu, 26 April, sebagai salah satu kandidat lokasi Indonesia-China Cultural Year 2027.

Festival budaya itu disiapkan Kementerian Kebudayaan RI bersama KBRI Beijing untuk memperingati 77 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok.

Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya bergerak di sektor politik dan ekonomi. Jalur kebudayaan kini ikut didorong sebagai instrumen penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.

Fadli menilai hubungan Indonesia dan Tiongkok yang makin intens perlu ditopang oleh dialog budaya yang lebih terbuka. Menurut Menbud, Indonesia-China Cultural Year 2027 tidak cukup hanya menjadi ajang promosi. Kegiatan itu harus membuka ruang pertemuan bagi seniman, kurator, museum, pelaku industri budaya, dan komunitas kreatif kedua negara.

“Museum Song Art yang terletak di Shunyi District ini juga memiliki ruang publik dan area pengembangan produk turunan seni, sehingga relevan untuk menghadirkan pengalaman budaya yang lebih luas dan terhubung dengan ekosistem kreatif,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 27 April.

Indonesia-China Cultural Year 2027 akan menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam format yang lebih luas. Mulai dari warisan budaya, seni rupa, wastra, hingga karya kontemporer yang memperlihatkan wajah Indonesia sebagai bangsa majemuk, berakar pada peradaban panjang, namun tetap terbuka pada perubahan zaman.

Dalam kunjungan itu, Fadli didampingi Wakil Duta Besar RI untuk RRT Irene M. Han serta Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Endah Retnoastuti.

Pemerintah berharap agenda ini memperluas apresiasi publik Beijing terhadap budaya Indonesia. Lebih jauh, forum tersebut diharapkan membuka kolaborasi konkret antara institusi budaya, museum, seniman, kurator, dan komunitas kreatif kedua negara.