JAKARTA - Warga Kota Debel di Lebanon kini memiliki patung Yesus baru, usai patung sebelumnya yang ada di kota itu dirusak oleh tentara Israel.
Perdana Menteri Italia Giorfia Meloni pada Hari Kamis mengatakan, pasukan penjaga perdamaian asal Italia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) telah mengganti patung Yesus Kristus yang dirusak oleh tentara Israel di Lebanon selatan.
Patung Yesus yang disalibkan itu terletak di Desa Kristen Debl di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, PM Meloni berterima kasih kepada kontingen Italia dari pasukan penjaga perdamaian UNIFIL PBB "karena memutuskan untuk menyumbangkan salib baru ke desa Debl di Lebanon," seperti melansir Al Arabiya dari AFP (23/4).
Ia mengatakan pemasangan patung baru itu adalah "pesan harapan, dialog, dan perdamaian yang kuat."

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Italia dalam unggahan di media sosial X membagikan proses penyerahan patung Yesus yang disalib tersebut, mulai dari pemberkatan di gereja setempat hingga pemasangan yang dilakukan bersama oleh pemuka agama, pasukan UNIFIL asal Italia dan masyarakat setempat.
Kementerian menuliskan, patung baru Yesus yang disalib untuk menggantikan patung yang hancur beberapa hari sebelumnya merupakan pemberian sekaligus simbol kehadiran, rasa hormat hingga kemanusiaan.
Sebuah foto yang menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan sisi tumpul kapak untuk menghancurkan patung Yesus yang jatuh di kayu salib menuai kecaman luas pada Hari Senin dari para politisi Israel, Amerika Serikat dan para pemimpin gereja.
Foto tersebut diunggah oleh Younis Tirawi, reporter Palestina yang juga telah mengunggah gambar-gambar dugaan pelanggaran yang dilakukan tentara Israel di Gaza.
“Ci sono gesti che parlano più di molte parole, e quello compiuto in #Libano dai nostri militari di #UNIFIL ne è una testimonianza concreta e di valore.
La nuova statua di Cristo crocifisso - per sostituire quella distrutta nei giorni scorsi nel sud del Paese - è un dono e al… pic.twitter.com/776tXnwVkH
— Ministero Difesa (@MinisteroDifesa) April 23, 2026
Militer Israel mengatakan telah menarik tentara yang terkait perusakan dari medan perang dan akan dikenakan hukuman penahanan selama 30 hari.
Sedangkan enam tentara lainnya yang "hadir di tempat kejadian dan tidak bertindak untuk menghentikan insiden atau melaporkannya" telah dipanggil untuk "diskusi klarifikasi."
Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengutuk penodaan patung tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan kegagalan moral, menurut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, warga Kota Debel di Lebanon selatan menolak patung Yesus Kristus yang ditawarkan oleh tentara Israel sebagai pengganti patung yang dihancurkan oleh seorang tentara Israel beberapa hari sebelumnya, lapor media lokal Hari Kamis.
Situs berita Israel Walla mengatakan warga "tidak menerima patung Yesus Kristus yang ditawarkan kepada mereka oleh tentara Israel, setelah seorang tentara menghancurkan patung yang berdiri di kota itu."
BACA JUGA:
"Warga tidak tertarik pada patung dari mereka yang telah melukai perasaan mereka, dalam tindakan yang membuat marah jutaan umat Kristen di seluruh dunia," kata laporan itu, dilansir dari Anadolu.
Diketahui, Israel melancarkan serangan ke Lebanon selatan pada 2 Maret, menyusul serangan oleh kelompok militan Hizbullah yang merespons serangan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Gencatan senjata Israel-Lebanon selama 10 hari diumumkan pada 16 April. Pada Hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga pekan, usai dua putaran perundingan kedua negara, yang menjadi pertama kalinya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.