JAKARTA - Arab Saudi kembali menghadapi cuaca ekstrem. Hujan lebat, badai petir, hujan es, hingga badai pasir diperkirakan masih melanda banyak wilayah kerajaan.
Disadur dari Arab News, Jumat, 24 April, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau NCM memperingatkan cuaca buruk itu berisiko memicu banjir bandang. Warga diminta tidak mendekati lembah dan kawasan rawan banjir.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Provinsi Timur, Perbatasan Utara, Al-Jouf, Hail, Al-Qassim, dan Riyadh. Risiko juga meningkat di dataran tinggi barat dan selatan, termasuk Madinah, Makkah, Al-Baha, Asir, dan Jazan.
Tabuk dan Najran diperkirakan mengalami badai ringan hingga sedang. Pada malam hingga pagi hari, kabut dapat mengganggu jarak pandang di sejumlah daerah.
BACA JUGA:
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengingatkan warga agar menjauhi wadi, yaitu lembah kering yang bisa berubah menjadi arus deras dalam hitungan menit. Warga juga diminta memantau aplikasi cuaca resmi dan mengikuti instruksi keselamatan.
Cuaca ekstrem kali ini bukan hujan biasa. NCM mencatat curah hujan di beberapa provinsi melonjak lebih dari 160 persen di atas rata-rata musimannya.
Ahli meteorologi mengaitkan kondisi itu dengan aliran jet kuat yang membawa kelembapan tropis dari Samudra Hindia ke Semenanjung Arab. Akibatnya, wilayah yang biasanya panas dan kering kini menghadapi hujan deras berulang.
Sistem hujan yang berlangsung sejak 20 April telah memicu banjir lokal di daerah rendah. Di Riyadh dan Provinsi Timur, jarak pandang sempat sangat terbatas akibat pasir yang terbawa angin sebelum hujan lebat turun.
Bagi orang yang sedang berada di Arab Saudi, peringatan soal wadi—lembah kering khas gurun—tidak bisa dianggap remeh. Tempat ini bisa tampak aman, tetapi berubah menjadi arus deras saat hujan turun di hulu. Karena itu, menjauh dari jalur air justru menjadi langkah paling aman.