JAKARTA - Unit Manajemen Risiko Bencana Lebanon di markas Perdana Menteri Grand Serail mengumumkan korban tewas akibat agresi Israel di negara tersebut mencapai 2.387 orang, dengan 7.602 orang lainnya terluka.
Dalam laporan hariannya, unit tersebut mengatakan total pengungsi di pusat-pusat penampungan berjumlah 117.421 orang. Sementara itu, total keluarga pengungsi di pusat tersebut mencapai 30.431 orang.
Sebelumnya PBB juga melaporkan 277 anak di Lebanon tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka akibat serangan Zionis sejak 2 Maret.
Menurutnya, situasi di lapangan masih rapuh, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus memantau operasi penembakan dan penghancuran yang dilakukan oleh tentara Israel di berbagai lokasi di Lebanon selatan.
BACA JUGA:
Badan dunia itu menyebut intervensi kemanusiaan di Lebanon masih belum mencukupi jika "dibandingkan dengan kebutuhan" di lapangan.