Bagikan:

SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menegaskan penanganan longsor yang menutup Jalan Bandung–Cirebon di kawasan Cadas Pangeran dilakukan secara maksimal agar jalur segera kembali normal.

“Tentunya ini ditangani dengan baik oleh petugas gabungan dari BPBD, PU Sumedang, TNI-Polri, PU provinsi, dan juga Perhutani. Kita juga mendapat bantuan alat berat dari gubernur Jawa Barat untuk mempercepat penanganan,” ujar Fajar, Rabu 8 April malam.

Ia memastikan, dua alat berat ekskavator telah diterjunkan untuk membersihkan material longsor di dua titik, yakni di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, dan Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan.

Meski demikian, Fajar mengakui proses pembersihan membutuhkan waktu karena material longsor berupa tanah bercampur air yang berat dan sulit dipindahkan.

Selain penanganan darurat, Pemkab Sumedang juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.

“Yang harus kita lakukan mitigasi, khususnya pohon-pohon yang kemiringannya sudah membahayakan, sehingga bila terjadi longsor tidak menimbulkan material berbahaya. Tadi kami juga sudah cek drainase di atas, hasilnya kering. Namun jika terjadi hujan lebat, tim URC PU harus siaga,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi bencana melalui layanan darurat 112 atau 110.

Sementara itu, petugas gabungan telah mengevakuasi sepeda motor yang sempat terjebak di antara dua titik longsoran. Hingga Kamis 9 April dini hari, proses pembersihan masih berlangsung dan jalur belum dapat dilalui kendaraan.