JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempertahankan BBM bersubsidi untuk 80 persen rakyat Indonesia, meski dunia sedang diguncang krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.
Sikap itu menandai garis tegas pemerintah subsidi tetap untuk yang berhak, bukan untuk mereka yang mampu membeli dengan harga pasar.
Dalam taklimat di Istana Negara, Rabu, 8 April, Prabowo mengatakan pemerintah telah mengkaji kondisi global dan menyimpulkan posisi Indonesia masih cukup aman. Tantangan tetap ada, tetapi menurut dia masih bisa dihadapi dan diatasi.
“Untuk BBM yang bersubsidi akan kita pertahankan untuk rakyat kecil, kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” kata Prabowo.
BACA JUGA:
Ia lalu memberi penekanan yang lebih lugas. Menurutnya, masyarakat yang kuat secara ekonomi semestinya tidak lagi meminta subsidi negara.
“Yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau dia mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar. Lo udah kaya minta subsidi lagi. Yang kita bela rakyat miskin,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pemerintah juga sedang menyiapkan langkah pengendalian konsumsi bahan bakar untuk 12 bulan ke depan. Masa itu ia sebut sebagai periode kritis jangka pendek sebelum posisi Indonesia menjadi lebih kuat.