JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar.
Menurut Bahlil, meskipun harga minyak mentah dunia saat ini telah menembus angka 115 dolar AS per barel, Presiden Prabowo Subianto tetap berupaya menjaga kondisi ekonomi rakyat kecil.
"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujar Bahlil yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 31 Maret.
Untuk itu Bahlil juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan final dari Presiden mengenai kelanjutan harga BBM subsidi. Dia menekankan setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan selalu mempertimbangkan kebaikan bangsa dan negara.
"Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insya Allah baik. Nanti tunggu tanggal mainnya ya," paparnya.
Sementara itu terkait BBM non-subsidi, lanjut dia, harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax (RON 95) dan Pertamax Turbo (RON 98), akan mengikuti fluktuasi harga pasar global tanpa perlu pengumuman resmi.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (non-subsidi)," sambung Bahlil.
BACA JUGA:
Ia menambahkan, pemerintah juga hanya bertugas menyediakan pasokan BBM non-subsidi namun tidak mengatur harga yang akan dikenakan karena hanya menyasar golongan masyarakat mampu.
"Itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan (Menteri Investasi), Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi? Iya kan. Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo," tandas Bahlil.