JAKARTA - Pemerintah masih menahan harga BBM non subsidi seperti Pertamax. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih membahas perihal formulasi harga BBM yang harganya masih ditahan.
"Menyangkut dengan harga BBM non-subsidi, kita lagi melakukan pembahasan," ujar Bahlil kepada awak media, Senin, 6 April.
Menurutnya, pembahasan ini melibatkan badan usaha penyalurBBM dan operator SPBU swasta. Untuk itu ia memastikan pihaknya masih melakukan pembahasan agar mendapatkan formulasi harga yang tepat.
"Dan sampai dengan sekarang kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari," sambung Bahlil.
Dalam membahas harga Pertamax CS, Bahlil memastikan pihaknya mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Hal tersebut menjadi pertimbangan utama dalam pembahasan kebijakan, baik untuk kategori BBM subsidi maupun non-subsidi.
"Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini masyarakat, yang ada di tengah-tengah masyarakat," tandas Bahlil.
Sebelumnya Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menempatkan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, meski di tengah gejolak energi global.
“Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat dibawa, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapat atensi lebih dalam rangka membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Bahlil dalam konferensi pers terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, dikutip Antara, Rabu, 1 April.
BACA JUGA:
Di tengah tantangan dan dinamika geopolitik global, pemerintah terus berupaya menjaga agar sektor energi nasional tetap berjalan baik dan tetap berpihak kepada rakyat.
Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) pun dijaga agar tetap berada di atas standar nasional.
Selain itu, penerapan program mandatori Biodiesel 50 persen (B50), campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar, pada tahun ini juga diperkirakan akan menciptakan surplus stok solar di dalam negeri.