BANDUNG - Tak hanya meminta uang, sekelompok preman yang diduga terlibat dalam insiden maut di pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, juga disebut menguras makanan hajatan hingga memicu keributan yang berujung pengeroyokan terhadap tuan rumah.
Korban, Dadang (54), pemilik hajatan, tewas setelah dikeroyok saat acara berlangsung di kediamannya, Sabtu 4 April siang. Ironisnya, salah satu pelaku diduga merupakan tetangga korban sendiri.
“Ambil makanan berkali-kali, yang diambil hanya daging saja,” ujar istri korban saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa 7 April.
Ia juga menyebut salah satu pelaku bernama Kendi Renaldi (34) bukan orang asing, melainkan tetangga yang bahkan ikut terlibat dalam kepanitiaan hajatan. “Sekali lagi, Kendi ini tetangga,” katanya.
Berdasarkan informasi awal, sekitar 10 pria datang ke lokasi dalam kondisi diduga mabuk. Mereka sempat menerima uang Rp 100.000, tetapi kembali meminta tambahan hingga Rp 500.000. Permintaan tersebut ditolak oleh pihak keluarga, sehingga memicu ketegangan.
BACA JUGA:
Situasi kemudian memanas. Korban dikejar hingga keluar tenda hajatan dan dikeroyok di area samping rumah. Dadang sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Aparat terus memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.