Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengharapkan dan mendorong agar kampus dapat "turun' untuk membantu mengatasi problem riil di perkotaan, terlebih tata ruang dan perumahan yang tak kunjung selesai.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksaintek) Brian Yuliarto mengatakan perguruan tinggi diminta ikut membantu kepala daerah lewat riset dan kajian yang bisa langsung dipakai.
Hal tersebut disampaikan Menter Brian usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 April.
Sasaran utamanya kampus-kampus yang punya Fakultas Planologi dan Arsitektur. Menurut Mendiktisaintek, kota dan kabupaten nantinya tidak lagi sekadar jadi lokasi pengabdian yang seremonial.
Wilayah itu diminta menjadi ruang praktik mahasiswa dan ladang riset dosen. Kampus setempat diharapkan ikut membantu kepala daerah mengelola tata kota dan tata ruang di wilayahnya sendiri.
Menurut Brian, kampus tidak cukup hanya meluluskan sarjana. Ilmunya juga diminta dipakai untuk membaca masalah kota yang makin ruwet. Brian mengatakan arahan Presiden tidak berhenti pada tata ruang. Kampus juga diminta masuk ke isu perumahan, sektor yang selama ini penuh masalah dari hulu ke hilir.
Kementerian Perumahan akan mengoordinasikan, sementara Kemendiktisaintek menyiapkan dukungan dari sisi riset. Dorongan ini memperlihatkan kalau pemerintah ingin kampus lebih berguna untuk daerah, bukan hanya sibuk mengurus proposal, jurnal, dan seminar.
Kalau skema ini berjalan, kampus tak lagi berhenti sebagai penghasil teori, tetapi ikut dipakai untuk membenahi masalah yang tiap hari dilihat warga di jalan, di permukiman, dan di ruang kota.