Jakarta - Energi bersih sepertinya sedang dikebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui tiga jalur, yakni percepatan PLTS, konversi kendaraan listrik, dan peralihan kompor listrik.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret. Brian mengatakan, kampus diminta mendukung lewat riset dan kajian agar ketergantungan pada impor BBM dan LPG bisa dikurangi.
Arahan Presiden, lanjut Brian, fokus pertama adalah mempercepat solar cell/PLTS untuk mengganti pembangkit yang biayanya masih mahal, terutama pembangkit berbasis diesel. Menteri ESDM akan menjadi koordinator, sementara kampus diminta mendukung dari sisi penelitian dan kajian.
Fokus kedua adalah mempercepat konversi ke kendaraan listrik. Sedangkan fokus ketiga adalah mempercepat kompor listrik untuk menggantikan kompor LPG. Targetnya menurunkan ketergantungan pada LPG dan menekan beban subsidi, supaya stabilitas energi lebih terjaga.