JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah melancarkan serangan rudal ke kantor pusat data Amazon Web Services (AWS) di Hamala, Bahrain.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, kobaran api besar diikuti asap membumbung tinggi terjadi di perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terkemuka di Bahrain, Batelco.
Batelco merupakan lokasi AWZ. Akibat serangan tersebut, CNBC pada Kamis 2 April melaporkan kerusakan struktural dan pemadaman listrik terjadi di pusat data AWS termasuk Batelco.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain kemarin mengatakan bahwa tim pertahanan sipilnya sedang berupaya "memadamkan api di fasilitas sebuah perusahaan sebagai akibat dari serangan Iran.
Meski demikian, Kementerian itu tidak menyebutkan nama perusahaan terdampak atau memberikan rincian tentang dampak serangan.
Serangan ini menandai peningkatan besar dalam konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Ilustrasi. Platform Amazon Web Services (AWS). (Christian Wiediger-Unsplash)
Sebelumnya, IRGC telah memperingatkan para pegawai perusahaan raksasa di Timur Tengah yang terafiliasi AS agar mengevakuasi diri. IRGC menegaskan akan melakukan serangan dalam waktu dekat.
"Dan kami meminta masyarakat di daerah sekitar pabrik-pabrik industri tempat Amerika menjadi pemegang saham untuk mengungsi dari daerah tersebut agar mereka tidak dirugikan,” kata juru bicara IRGC dalam sebuah pesan yang dilaporkan kantor berita Tasnim, Senin 16 Maret waktu setempat.
IRGC tidak menjelaskan secara detail nama perusahaan AS mana yang menjadi target.
Sejumlah perusahaan terafiliasi AS di Timur Tengah diperkirakan kantor berita Tasnim menjadi sasaran serangan balasan Iran mencakup kantor-kantor raksasa binis teknologi seperti Amazon, Google, Apple, Microsoft, dan Nvidia.