JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto membawa pulang komitmen investasi senilai total Rp575 triliun dari kunjungan kerja kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan.
Prabowo tiba di Tanah Air bersama rombongan dan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 4 April dini hari. Kedatangannya disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.
Selama di Jepang, Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dengan Kaisar Jepang dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kemitraan strategis serta peningkatan kerja sama di sektor investasi, energi, dan ekonomi digital.
Presiden juga menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku industri dan investor. Dalam forum itu, tercatat komitmen bisnis senilai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,7 triliun.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Korea Selatan. Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis guna memperkuat hubungan bilateral. Prabowo juga menyaksikan pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor ekonomi, digital, energi, hingga industri masa depan.
Nilai komitmen bisnis dari Korea Selatan mencapai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp174 triliun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan total keseluruhan komitmen dari kedua negara mencapai 33,89 miliar dolar AS.
“Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis 2 April.
BACA JUGA:
Pemerintah selanjutnya akan mengawal realisasi seluruh komitmen tersebut agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas.