Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan (Korsel)Lee Jae Myung menyepakati peningkatan kerja sama strategis mulai dari sektor ekonomi, pertahananhingga kecerdasan buatan (AI) dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Korsel.

"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, ditambah dengan penyelesaian beberapa kesepakatan utama, mencerminkan visi bersama yang mendalam dan mengikat kedua negara kita,"kata Presiden Prabowo dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden sebagaimana dilansir ANTARA, Rabu, 1 April.

Kesepakatan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral yang kini memasuki babak baru melalui status kemitraan strategis komprehensif khusus. Langkah itu menjadi tonggak sejarah yang memperkokoh fondasi kerja sama jangka panjang antara Jakarta dan Seoul di tengah dinamika global.

Presiden Prabowo menyampaikan pembahasan dengan Presiden Lee berlangsung sangat produktif dan berhasil merumuskan sejumlah kesepahaman strategis. Dia menilai kedua bangsa memiliki modalitas kuat untuk terus bersinergi, terutama didasari oleh kesamaan perjalanan sejarah dalam meraih kemerdekaan.

"Sejarah menunjukkan kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan," tutur Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lee Jae Myung merinci cakupan kerja sama tersebutmeliputi sektor inovasi teknologi dan industri pertahanan. Presiden Lee menekankanperluasan kolaborasi itu didasarkan pada tingkat kepercayaan yang sangat tinggi antara kedua belah pihak.

Pada sektor ekonomi, Korselberkomitmen mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan nasional mereka dalam proyek strategis di Indonesia. Presiden Lee secara khusus mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia terhadap keberlangsungan iklim investasi bagi korporasi asal Negeri Ginseng tersebut.

"Saya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan," ucap Presiden Lee.

Terkait bidang pertahanan, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama industri manufaktur militer, termasuk pengembangan galangan kapal. Kerja sama itu bertujuan untuk membangun kekuatan maritim yang lebih tangguh guna menjawab tantangan keamanan di kawasan.

Selain itu, kedua negara sepakat melakukan integrasi data besar (big data) milik Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan milik Korsel. Kolaborasi teknologi mutakhir tersebut diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan serta mempercepat transformasi digital di kedua negara.

"Presiden Prabowo dan saya memiliki kesamaan pandangan kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat adalah prioritas utama di masing-masing pemerintahan kami," kata Presiden Lee.