Bagikan:

JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Korea Selatan pada Hari Kamis mengatakan, kapal-kapal Negeri Ginseng dapat melewati Selat Hormuz, tetapi hanya setelah berkoordinasi dengan Tehran.

"Tidak ada masalah dengan kapal-kapal (negara tersebut)," kata Dubes Saeed Koozechi, menyebut Korea Selatan sebagai "negara yang tidak bermusuhan," seperti dikutip dari The Korea Times (27/3).

"Tetapi agar mereka dapat melewatinya, diperlukan koordinasi, konsultasi terlebih dahulu dengan militer dan pemerintah Iran," katanya kepada wartawan di Seoul.

Menurut Yonhap News, sekitar 26 kapal Korea Selatan dengan sekitar 180 awak kapal masih terdampar di jalur pelayaran tersebut, yang ramai sebelum perang dimulai akhir bulan lalu.

Dubes Koozechi mengatakan, Tehran meminta Seoul untuk “memberikan rincian kapal-kapal yang terdampar” selama panggilan telepon pada hari Senin antara menteri luar negeri mereka.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada Hari Senin mendesak Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Korea Selatan memperoleh hampir 55 persen pasokan energinya dari negara-negara Teluk, yang melewati Selat Hormuz yang secara efektif tetap berada di bawah kendali Iran setelah AS dan Israel mulai menyerang Teheran dengan serangan udara pada 28 Februari.

Seoul membayar sekitar 144 miliar dolar AS pada tahun 2024 untuk pembelian energinya dari Timur Tengah.

Terpisah, sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan Menlu Araghchi, Tehran telah mengizinkan jalur melalui Selat Hormuz untuk "negara-negara sahabat termasuk Tiongkok, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," kata misi diplomatik Iran Mumbai dalam unggahan di media sosial X.