Bagikan:

JAKARTA - Iran memperkuat pertahanan di Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir dengan memasang ranjau serta mengerahkan pasukan tambahan dan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi kemungkinan operasi darat Amerika Serikat.

Dilansir ANTARA dari Sputnik, laporan CNNmengutip sumberintelijen AS, menyebut langkah tersebut mencakup penempatan sistem pertahanan udara portabel serta ranjau anti-personel dan anti-lapis baja di sekitar pulau, termasuk di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi titik pendaratan pasukan Amerika.

Sumber tersebut juga menyatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) terus memantau pulau tersebut untuk mendeteksi perubahan di lapangan, termasuk indikasi pemasangan jebakan.

Sebelumnya, Jumat (20/3),AxiosmelaporkanPresiden ASDonald Trump mempertimbangkan opsi untuk memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan mengambil alih Pulau Kharg.

Menteri Keuangan ASScott Bessent sebelumnya menyatakan semua opsi tetap terbuka, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan ke pulau tersebut.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasukTeheran, pada 28 Februari lalu hinggamenyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.