Bagikan:

JAKARTA - Dampak penyerbuan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran akan menjadi perhatian utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa (EU) pekan ini, menggeser fokus awal berupa kondisi ekonomi blok yang stagnan, lapor surat kabar Financial Times, mengutip seorang pejabat senior Eropa.

“Ini bukan lagi KTT tentang perubahan struktural ekonomi jangka panjang … Kami sedang menggelar KTT darurat terkait krisis Iran,” kata seorang pejabat Eropa seperti dikutip RIA Novosti dilansir ANTARA, Kamis, 19 Maret.

KTT yang telah lama direncanakan itu sebelumnya bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah guna menghidupkan kembali ekonomi Uni Eropa yang stagnan, menurut laporan tersebut.

Perpecahan dalam kebijakan luar negeri Uni Eropa dilaporkan semakin memburuk, mengutip seorang menteri luar negeri negara anggota yang tidak disebutkan namanya.

“Setiap krisis geopolitik baru sedikit demi sedikit memecah belah kami … dan semakin memperjelas kami tidak dapat bertindak sebagai satu blok yang bersatu,” ujar menteri tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

AS dan Israel awalnya menyatakan penyerbuan tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan mereka menginginkan terjadi perubahan kekuasaan di Iran.