JAKARTA - Pembinaan mental dan spiritual penting dalam membentuk karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh dan berintegritas, kata Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Widi Rahman.
Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udayana, menyusul keberhasilan salah satu prajurit satuan jajaran Kodam IX/Udayana meraih prestasi di bidang keagamaan dalam ajang internasional.
Prajurit Dua Nawawi M.M. Latifullah berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ke-2 bagi personel militer yang digelar di Air Defense College, Kota Misrata, Libya, Jumat (13/3) lalu.
Prajurit dari Yonif TP 834/Wakanga Mere, Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana tersebut tampil pada kategori hafalan 30 juz dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, hingga ditetapkan sebagai juara pertama dalam kompetisi hafalan Al-Qur’an tingkat militer internasional tersebut.
Kapendam IX/Udayana mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti prajurit TNI tidak hanya unggul dalam profesionalisme militer, tetapi juga memiliki kualitas mental dan spiritual yang kuat.
"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana, TNI AD, dan bangsa Indonesia. Keberhasilan Prada Nawawi menunjukkan bahwa prajurit TNI juga mampu berprestasi dan bersaing di bidang keagamaan hingga tingkat internasional," jelas Kolonel Inf. Widi, melansir keterangan Dinas Penerangan TNI AD, Selasa (17/3).

"Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa pembinaan mental dan spiritual prajurit merupakan bagian penting dalam membentuk karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh, dan berintegritas," tegas Kapendam.
Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ke-2 yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Libya itu berlangsung selama enam hari, 17–23 Ramadan 1447 H (7–13 Maret 2026), dan diikuti lebih dari 50 prajurit militer dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Mauritania, serta sejumlah negara lainnya.
Kegiatan yang mengusung tema "Martyrs of the Homeland" tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada yang gugur dalam mempertahankan Tanah Air.
Delegasi TNI dalam ajang ini dipimpin Kabidbintalroh Pusbintal TNI Kolonel Laut (KH) Chumaidi, dengan peserta Kapten Sus M. Affan, Serma Abdi Nasrullah, Sertu Habibi Royani, Serda Dimas Hafiz Ihsan, Kopka Mes Ahmad Mulyadi, Prada Nawawi M.M. Latifullah, serta Prada Moh. Marzuki Al Farisi yang mengikuti berbagai kategori hafalan Al-Qur’an.
Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta delegasi TNI terlebih dahulu menjalani pembekalan, pembinaan, serta tahsin Al-Qur’an pada 2–5 Maret 2026 di Masjid Al Mu’min Jatikarya dan Masjid Al Ikhlas Kompleks SCBD Jakarta Selatan.
Pembinaan tersebut dibimbing oleh Ustadz Adi Hidayat, Syekh Syahrir dari Libya, serta Ustadz Ulil Abshar Alhafidz guna mempersiapkan para peserta secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi internasional tersebut.
BACA JUGA:
Upacara penutupan kompetisi juga dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibeh yang sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para prajurit dalam menghafal Al-Qur’an, serta kontribusinya dalam menegakkan nilai-nilai agama, moralitas, dan disiplin di lingkungan militer.
Sementara itu, Komandan Yonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Justikhandinata T menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih prajuritnya tersebut.
"Kami keluarga besar Yonif TP 834/Wakanga Mere sangat bangga atas prestasi yang diraih Prada Nawawi yang telah mengharumkan nama TNI, khususnya Kodam IX/Udayana, serta bangsa Indonesia di tingkat internasional," ungkapnya.