JAKARTA - Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Hari Senin mendesak diplomat Amerika Serikat di luar negeri untuk mendorong sekutu agar menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon sebagai kelompok teroris, dengan alasan meningkatnya risiko serangan, menurut kawat internal Departemen Luar Negeri yang dilihat oleh Reuters.
Arahan tersebut, tertanggal 16 Maret dan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dikirim ke semua pos diplomatik dan konsuler AS di seluruh dunia.
Arahan tersebut meminta para diplomat AS untuk menyampaikan pesan tersebut kepada rekan-rekan mereka "pada tingkat tertinggi yang sesuai" dan paling lambat tanggal 20 Maret, menambahkan upaya advokasi untuk memasukkan kelompok-kelompok ini ke dalam daftar hitam harus dikoordinasikan dengan rekan-rekan Israel, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (17/3).
Pemerintahan Presiden Trump berupaya menggalang sekutu yang enggan - banyak di antaranya tidak diberi pengarahan sebelum perang udara AS-Israel yang dimulai dua minggu lalu - untuk mendukung operasi militernya.
Sebagai salah satu tanda kesulitan upaya tersebut, beberapa sekutu AS mengatakan pada Hari Senin, mereka tidak memiliki rencana segera untuk mengirim kapal guna membantu AS membuka blokade Selat Hormuz, menolak permohonan Presiden Trump untuk menjaga jalur pelayaran minyak vital tersebut tetap terbuka.
"Dengan meningkatnya risiko serangan dari Iran dan para mitranya serta proksinya, semua pemerintah harus bertindak cepat untuk mengurangi kemampuan Iran dan kelompok teroris yang bersekutu dengan Iran untuk menyerang negara dan warga negara kita masing-masing," demikian salah satu poin pembicaraan dalam kawat diplomatik tersebut.
Sebelumnya, baik IRGC maupun kelompok bersenjata Muslim Syiah yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain.
Kawat diplomatik tersebut tidak memberikan rincian tentang peningkatan risiko tersebut, tetapi mengutip contoh bagaimana Tehran telah menyerang negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan mendesak tindakan bersama.
"Kami menilai bahwa rezim Iran lebih sensitif terhadap tindakan kolektif daripada tindakan sepihak, dan bahwa tekanan bersama lebih mungkin memaksa perubahan perilaku rezim daripada tindakan sepihak saja," kata kawat diplomatik tersebut.
BACA JUGA:
Ditambahkan, penetapan semacam itu akan meningkatkan tekanan pada Negeri Para Mullah dan membatasi kemampuannya "untuk mensponsori kegiatan teror" di seluruh dunia.
"Presiden Trump fokus pada pengamanan perdamaian di Timur Tengah," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.
"IRGC, Hizbullah, dan proksi-proksi lain yang didukung Iran meng destabilisasi pemerintah dan merusak perdamaian regional," tandasnya.