YOGYAKARTA - Kasus penyiraman air keras kembali menjadi perhatian publik setelah Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban serangan orang tak dikenal di Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret. Polisi telah meningkatkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan dan kini masih mengidentifikasi pelaku.
Sebelum Andrie Yunus, sejumlah kasus penyiraman air keras pernah menggemparkan publik dan menjadi sorotan nasional. Lantas apa saja jenis kasus penyiraman air keras yang pernah terjadi di Indonesia? Berikut pembahasannya.
Daftar 7 Kasus Penyiraman Air Keras di Indonesia
Dilansir dari berbagai sumber, berikut daftar sejumlah kasus penyiraman air keras yang pernah terjadi di Indonesia.
- Kasus Novel Baswedan (2017)
Salah satu kasus penyiraman air keras yang paling menjadi sorotan publik adalah kasus menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, pada 11 April 2017. Peristiwa tersebut terjadi ketika Novel pulang dari salat Subuh di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ketika dua pelaku bermotor menyiramkan air keras ke wajahnya.
Akibat kejadian tersebut, mata kiri Novel mengalami kerusakan permanen dan harus menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital. Kasus ini menjadi sorotan publik karena ketika itu Novel tengah menangani sejumlah perkara korupsi besar.
Polisi baru berhasil menangkap dua pelaku setelah hampir tiga tahun, tepatnya pada Desember 2019. Kedua pelaku merupakan anggota Polri yang masing-masing divonis dengan hukuman penjara dua tahun dan satu setengah tahun.
- Kasus Agus Salim di Jakarta Barat (2024)
Pada September 2024, publik kembali dikejutkan oleh kasus penyiraman air keras yang menimpa Agus Salim di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Agus diserang ketika hendak pulang menggunakan sepeda motor di sekitar Jalan Nusa Indah. Polisi kemudian mengungkap bahwa pelakunya adalah bawahan korban di tempat kerja.
Pelaku berinisial JJS yang masih berusia 18 tahun mengaku melakukan aksi tersebut karena sakit hati. Ia mengatakan sering dimarahi oleh Agus saat bekerja di sebuah kafe di wilayah Tangerang.
Akibat kejadian tersebut, Agus mengalami luka bakar hingga 90 persen di tubuhnya serta gangguan penglihatan.
BACA JUGA:
- Kasus Siswi SMP di Lembata (2024)
Kasus tragis lainnya terjadi di Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober 2024. Seorang siswi SMP berusia 13 tahun bernama Meisya Chtalin Witak menjadi korban penyiraman air keras saat sedang berangkat ke sekolah. Pelaku diketahui seorang pria berusia 41 tahun bernama Charles Arif.
Polisi menyebut pelaku melakukan aksi tersebut karena sakit hati setelah perasaan cintanya tidak direspons oleh korban. Akibat kejadian tersebut, Meisya mengalami luka serius pada bagian mata, pelipis, dan bibir.
Pelaku akhirnya ditangkap beberapa jam setelah kejadian dan divonis hukuman penjara selama 20 tahun, serta denda sebesar Rp100.000.000 subsider 1 tahun kurungan.
- Kasus Farah Rizka di Bekasi (2024)
Pada Desember 2024, kasus penyiraman air keras kembali terjadi di Bekasi Utara. Kali ini menimpa seorang perempuan berusia 20 tahun bernama Farah Rizka. Pelakunya adalah Arjuhan Rosetiyoni (25), pria yang menjalin hubungan dengan korban setelah bercerai dari suaminya.
Aksi tersebut dipicu rasa cemburu karena korban sering bertemu kembali dengan mantan suaminya. “Tersangka adalah pacar korban sejak satu tahun yang lalu. Kemudian tersangka merasa cemburu karena korban sering ketahuan jalan dengan laki-laki lain,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya.
Akibat kejadian tersebut, Farah mengalami luka bakar hampir 60 persen tubuhnya, dari leher, punggung, paha hingga payudara.
- Kasus Anak Tiri di Aceh (2024)
Kasus yang lebih tragis terjadi di Lhokseumawe, Aceh, pada Desember 2024. Seorang pria berinisial DM (49) menyiram air keras kepada dua anak tirinya yang berusia 13 dan 16 tahun. Salah satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Polisi mengungkap bahwa pelaku melakukan aksinya karena diliputi rasa cemburu terhadap istrinya.
"Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui menyiram kedua korban dengan cairan asam sulfat karena sakit hati dan cemburu terhadap istrinya," kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Yudha Prasatya, Kamis, 20 Maret 2025.
- Kasus Mahasiswi di Yogyakarta (2024)
Kasus penyiraman air keras juga menimpa seorang mahasiswi bernama Natasya Hutagalung di Yogyakarta pada 24 Desember 2024. Pelakunya adalah Billy, mantan pacarnya yang tidak terima hubungan mereka berakhir.
Dalam keterangannya, polisi mengungkapkan Billy menyewa seorang bernama Satim untuk melakukan aksi tersebut. Satim kemudian mendatangi indekos korban dan menyiramkan cairan berbahaya tersebut ke wajah dan tubuhnya.
"Pelaku S datang jam 18.00 sampai di kos korban. Karena pintu kos agak terbuka, S langsung buka pintu dan melihat korban selesai mandi mengenakan handuk. Langsung itu disiramkan air keras kepada korban, terkena ke muka dan sekujur tubuhnya." Kasat Reskrim Polresta Yogya, Satrio.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma mendalam.
- Kasus Ibu dan Anak di Sukabumi (2025)
Pada Mei 2025, kasus penyiraman air keras terjadi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Seorang ibu rumah tangga bernama Yulian Anggraini (35) dan anaknya yang masih berusia tujuh tahun menjadi korban serangan orang tak dikenal saat berada di Jalan Sudajaya, Kecamatan Baros.
Polisi berhasil menangkap dua pelaku berinisial Y (47) dan H (30). Motifnya diduga karena rasa cemburu setelah pelaku mengetahui korban dekat dengan orang lain di media sosial.
“Dari keterangan yang disampaikan kepada penyidik, H diduga merupakan mantan pacar korban yang cemburu setelah melihat korban dekat dengan teman-temannya di media sosial,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Akibat kejadian tersebut, Yulian Anggraini dan anaknya mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh dan harus mendapatkan penanganan medis.
Demikian pembahasan sejumlah kasus penyiraman air keras sebelum Andrie Yunus, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!