SEMARANG - Arus mudik Lebaran 2026 yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung terus menunjukkan peningkatan. Hingga Minggu 15 Maret sore, tercatat sebanyak 18.288 kendaraan pemudik dari arah Jakarta telah memasuki wilayah Kota Semarang melalui gerbang tol tersebut.
Ribuan kendaraan terlihat memadati area pintu tol sejak siang hingga sore hari. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi salah satu indikator awal meningkatnya arus mudik menjelang hari raya Idulfitri.
Kapospam Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono, mengatakan selain kendaraan yang datang dari arah Jakarta, terdapat pula kendaraan dari arah sebaliknya. “Dari arah Jakarta menuju Semarang tercatat 18.288 kendaraan, sedangkan dari arah Semarang menuju Jakarta sebanyak 8.306 kendaraan,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah kendaraan tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat hingga malam hari seiring semakin banyaknya masyarakat yang memulai perjalanan mudik.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan di Gerbang Tol Kalikangkung, petugas membuka total 17 gardu tol yang terdiri dari delapan gardu utama dan 9 gardu tambahan atau gardu satelit. “Volume kendaraan sebanyak itu dilayani oleh 17 gardu tol. Untuk exit-nya ada delapan gardu utama dan sembilan gardu tambahan,” jelas Dimas.
Langkah ini dilakukan guna memperlancar arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari jalur tol selama periode mudik Lebaran.
Petugas juga mengimbau para pemudik agar memastikan saldo kartu elektronik atau e-toll dalam kondisi cukup sebelum memasuki jalan tol. Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol akibat proses transaksi yang terhambat.
Selain itu, pemudik diingatkan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
BACA JUGA:
Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. Pada periode tersebut, pemerintah dan kepolisian berencana menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional di sejumlah ruas tol utama.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan serta menjaga kelancaran arus mudik menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.