YOGYAKARTA - Bab el-Mandeb kembali menjadi sorotan menyusul kabar kelompok Houthi di Yaman akan mengganggu jalur pelayaran dunia tersebut. Bab el-Mandeb adalah selat kecil yang terletak di antara Yaman dan Djibouti yang menjadi jalur perdagangan utama antara Eropa dan Asia. Jika selat ini terganggu, otomatis akan berdampak pada distribusi logistik antara kedua benua.
Seperti diketahui, Houthi adalah sekutu Iran di Yaman. Ancaman terhadap Bab el-Mandeb dapat menjadi cara bagi kelompok ini untuk berpartisipasi secara tidak langsung dalam konfrontasi Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Mengenal Bab el-Mandeb dan Perannya dalam Perdagangan Dunia
Bab el-Mandeb adalah sebuah selat laut yang memisahkan Tanduk Afrika dengan Semenanjung Arab. Dilansir dari ITV News, nama Bab el-Mandeb berasal dari bahasa Arab yang berarti “Gerbang Air Mata” atau “Gerbang Kesedihan”.
Secara geografis, Bab el-Mandeb terletak di antara Yaman di sisi timur serta Djibouti dan Eritrea di sisi barat. Selat ini berada di bagian selatan Laut Merah dan menjadi penghubung menuju Teluk Aden serta Samudra Hindia. Posisi ini menjadikannya jalur penting yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Bab el-Mandeb memiliki panjang sekitar 70 mil dengan lebar sekitar 20 mil di titik tersempitnya. Ukurannya memang tidak besar, tetapi pengaruhnya terhadap perdagangan global sangat signifikan. Setiap tahun, miliaran ton kargo melewati jalur sempit ini.
BACA JUGA:
Selat ini menjadi bagian penting dari rute pelayaran menuju Terusan Suez. Kapal yang berangkat dari Asia menuju Eropa biasanya melewati Samudra Hindia, masuk ke Teluk Aden, kemudian melintasi Bab el-Mandeb sebelum akhirnya mencapai Laut Merah dan Terusan Suez. Tanpa jalur ini, perjalanan kapal akan jauh lebih panjang.
Jika Bab el-Mandeb tidak dapat dilalui, kapal-kapal harus memutar melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Rute ini bisa menambah ribuan kilometer perjalanan dan memperpanjang waktu pengiriman hingga berminggu-minggu. Akibatnya, logistik dunia terganggu dan biaya transportasi bisa meningkat drastis.
Gangguan di Bab el-Mandeb otomatis mengganggu rantai pasok dunia. Barang-barang impor seperti barang elektronik, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga mainan akan mengalami keterlambatan distribusi. Dampaknya tentu akan terasa hingga ke konsumen di berbagai negara.
Selain itu, Bab el-Mandeb juga menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Minyak mentah dan gas alam cair dari Timur Tengah banyak dikirim ke Eropa melalui jalur ini. Gangguan di selat ini bisa berdampak langsung pada harga energi internasional.
Yaman sendiri memiliki posisi strategis karena berada tepat di sisi Bab el-Mandeb. Dengan mengganggu selat ini, kelompok Houthi dapat memberikan tekanan ekonomi dan politik kepada masyarakat internasional.
Demikian pembahasan soal Bab el-Mandeb dan perannya terhadap perdagangan dunia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!