JAKARTA - Sebanyak tiga pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) telah mendarat di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford di Gloucestershire.
Mengutip BBC, Selasa 10 Maret, penempatan ini terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris, termasuk RAF Fairford, sebagai operasi "pertahanan" terkait konflik dengan Iran.
Kedatangan pertama di RAF Fairford yakni pesawat pengebom B-1 Lancer pada Jumat malam 6 Maret, disusul pesawat kedua B-1 sehari kemudian, selanjutnya kini pesawat pengebom B-52 yang berukuran 49 meter dan mampu meluncurkan rudal lebih dari 2414 km.
Ini juga menjadi momen pertama kalinya B-52 terlihat di Inggris selama perang yang terjadi belakangan ini.

Adapun pesawat B-52 yang dipiloti oleh lima awak menjadi salah satu pesawat pengebom berat Angkatan Udara AS yang paling lama bertugas dan paling serbaguna karena mampu membawa hingga 31.751 kg senjata campuran.
Pesawat tersebut pertama kali terbang pada tahun 1952, namun tetap menjadi bagian inti dari kekuatan strategis AS hingga saat ini lantaran kapasitas, jangkauan jauh, dan fleksibilitasnya.
Sementara RAF Fairford, yang terletak di perbatasan Gloucestershire dan Wiltshire, tercatat pernah digunakan oleh AS di masa lalu untuk melakukan misi pengeboman berat jarak jauh.
RAF Fairford menjadi salah satu dari sedikit pangkalan militer di Eropa yang bersertifikasi untuk mengoperasikan pesawat pengebom seperti B-1, B-52, dan B-2.