JAKARTA - Kementerian Intelijen Iran mengatakan pihaknya telah menangkap 30 orang mata-mata diduga melakukan tindakan spionase berkolaborasi dengan AS dan Israel.
Menurut kementerian tersebut dikutip dari kantor berita Tasnim, puluhan orang itu bertindak sebagai agen operasional untuk AS dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Kementerian tersebut juga mengidentifikasi salah satu dari puluhan orang yang ditangkap merupakan warga negara asing yang diduga memberikan informasi keamanan sensitif kepada dua "pemerintah negara teluk Persia".
Setelahnya informasi sensitif itu disampaikan kepada pihak AS dan Israel yang sedang melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.
Sementara terhadap 19 orang lainnya, Kementerian Intelijen Iran menggambarkan mereka sebagai "agen lapangan dan media yang terkait dengan elemen anti-pemerintah dan kontak dari Israel".