Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberi dukungan penuh pada rencana Festival Kesenian Indonesia 2026 yang digagas sembilan institut seni di Indonesia. Dukungan itu disampaikan saat bertemu Rektor ISI Padangpanjang Febri Yulika di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Maret.

Dalam pertemuan itu, Fadli menegaskan festival seni tak cukup berhenti di panggung pertunjukan. Menurutnya, agenda seperti ini harus dipakai untuk menguatkan ekosistem seni sekaligus membuka jalan lebih luas bagi karya-karya yang lahir dari tradisi dan kearifan lokal.

“Kami mendukung penuh kegiatan Festival Kesenian Indonesia 2026 yang dicanangkan oleh sembilan institut seni di Indonesia. Kementerian Kebudayaan terbuka untuk bersinergi dalam penguatan program yang mendorong kreativitas generasi muda dan memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya,” kata Fadli Zon.

Fadli juga melihat festival itu bisa disambungkan dengan sejumlah program Kementerian Kebudayaan. Salah satu yang dibahas ialah lokakarya randai, teater rakyat tradisional khas Minangkabau, yang dinilai dapat diselaraskan dengan program Manajemen Talenta Nasional. Agenda itu juga disebut bisa dikaitkan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang pada Juni atau Juli mendatang.

Rektor ISI Padangpanjang Febri Yulika mengatakan Festival Kesenian Indonesia 2026 disiapkan sebagai ruang bersama bagi perguruan tinggi seni untuk menampilkan karya, bertukar gagasan, dan memperluas kerja sama.

“Festival Kesenian Indonesia merupakan ajang seni yang memiliki implikasi luas dalam pengembangan seni budaya di Indonesia, sekaligus berkontribusi signifikan dalam membangun citra positif perguruan tinggi seni di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Febri.

Dari pertemuan itu terlihat kalau sembilan kampus seni tidak hanya ingin hadir sebagai peserta, tetapi diposisikan sebagai penggerak. Pemerintah pun memberi sinyal dukungan. Tradisi lokal akan tetap jadi pijakan, sementara kampus seni didorong masuk lebih jauh ke panggung kebudayaan nasional.