JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung penuh rencana penyelenggaraan festival Malaysia Islamic Art and Design 2026 yang akan menampilkan instalasi seni Islam-Melayu di ruang-ruang publik Jakarta. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi tim penyelenggara di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).
Fadli menilai konsep public art yang diusung festival itu sejalan dengan upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya besar dan populasi muslim terbesar di dunia. Ia menyebut pendekatan seni publik memberi ruang baru untuk mempromosikan budaya Islam-Melayu dengan cara yang inklusif.
“Saya sangat mendukung pameran dengan konsep public art, terutama yang membahas budaya Islam-Melayu. Di Indonesia banyak akulturasi seni yang lahir dari perjumpaan budaya Indonesia dan Islam,” kata Fadli.
BACA JUGA:
Menbud juga menyinggung Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman di Cirebon sebagai contoh ruang publik yang berhasil dihidupkan kembali dengan instalasi modern dan video mapping. Menurutnya, transformasi gudang abad ke-18 menjadi ruang pamer yang memuat narasi visual dapat menjadi acuan untuk instalasi seni festival tersebut.
Festival Malaysia Islamic Art and Design dijadwalkan digelar November 2026. Berbeda dari perhelatan seni lain, festival ini akan menempatkan karya pada titik-titik publik di Jakarta dan menghadirkan maestro seni Islam-Melayu dari berbagai negara serumpun.
Direktur & Advisory Ltd., Paulina Gallardo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara. “Festival ini menjadi inisiatif pertama yang merayakan warisan Melayu dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand Selatan, hingga Filipina Selatan,” ujarnya.
Audiensi dihadiri perwakilan festival, Katha Chitta dan Stephanie Uun. Sementara dari Kementerian Kebudayaan hadir Wakil Menteri Giring Ganesha, Dirjen Pelindungan Kebudayaan Restu Gunawan, serta jajaran staf khusus dan staf ahli.
Fadli menutup pertemuan dengan mendorong kolaborasi pemerintah, pelaku budaya, dan sektor swasta. “Dengan memajukan seni dan budaya Islam-Melayu, kita bisa membangun ekosistem berkelanjutan yang memberi kesejahteraan bagi pelaku seni,” tegasnya.