Bagikan:

JAKARTA - Australia akan mengerahkan pesawat peringatan dini udara E-7A Wedgetail beserta personel yang diperlukan selama periode awal empat pekan guna mendukung operasinya ke Teluk Persia.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan pesawat tersebut diperkirakan tiba di kawasan itu pada pertengahan pekan dan mulai beroperasi pada akhir pekan, demikian bunyi laporan yang disampaikan,Senin (9/3).

Australia akan memasok Uni Emirat Arab dengan rudal udara-ke-udara jarak menengah danAlbanese menyatakan Australia tidak akan mengirim pasukan ke Iran, tambah laporan tersebut.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS)dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Tehran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer ASdi kawasan Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.

ASdan Israel pada awalnya menyatakan serangan “pencegahan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, namun kemudian keduanya menegaskan mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugurpada hari pertama serangan gabungan AS dan Israel itu. Iran kemudian menyatakan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi militer ASdan Israel tersebut serta menyerukan deeskalasi segera dan penghentian pertempuran.