Bagikan:

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk memperkuat peran Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Perintah ini disampaikan saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di kediaman pribadinya, Hambalang, Jawa Barat, Senin malam, 9 Maret.

Penguatan Perminas dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral Indonesia lebih terintegrasi dan memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi nasional.

“Presiden melangsungkan rapat terbatas terkait Perusahaan Mineral Nasional bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas berbagai agenda hilirisasi ke depan," bunyi siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah melalui akun @presidenrepublikindonesia, dikutip Selasa, 10 Maret.

Dorong Hilirisasi dan Teknologi Dalam Negeri

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa percepatan hilirisasi tidak boleh berjalan sendiri. Proses tersebut harus dibarengi dengan pengembangan teknologi dalam negeri, penguatan kapasitas industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini diambil agar Indonesia mampu bertransformasi menjadi pusat produksi dan inovasi global, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kunci, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto yang juga menjabat Kepala Badan Industri Mineral.

Evaluasi Swasembada dan Kesiapan Idulfitri 2026

Selain fokus pada sektor mineral, pertemuan di Hambalang tersebut turut membahas evaluasi program swasembada pangan dan energi. Mengingat waktu yang mendekati pertengahan Maret 2026, Presiden juga menyoroti kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada dua agenda utama lainnya, yakni progres swasembada dan stabilitas kebutuhan pokok.

“Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu progres swasembada pangan dan energi, serta kesiapan Idulfitri untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG,” kata Seskab Teddy dalam keterangan resminya.

Turut hadir dalam rapat tersebut jajaran pimpinan TNI, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, Dirut PT Pindad Sigit P. Santosa, hingga Komisaris Pertamina Hasan Nasbi guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.