Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 10 orang tewas dan enam terluka dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan. Serangan pada Minggu, 8 Maret, menargetkan kota Sir al-Gharbiyyeh di Distrik Nabatieh, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Total 49 orang tewas dalam serangkaian serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, dan wilayah selatan negara itu pada Minggu (8/3), menurut laporan Kementerian Kesehatan dan media lokal.

Dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 9 Maret, serangan tersebut terjadi sehari setelah setidaknya 55 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon timur dan selatan pada Sabtu (7/3).

Israel telah memperluas operasi militernya di Lebanon sejak Senin lalu setelah serangan roket terbatas oleh kelompok Hezbollah di tengah ketegangan regional yang lebih luas terkait dengan perang AS-Israel melawan Iran.

Ketegangan regional telah meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada.

Eskalasi meluas ke Lebanon, dengan Israel dan Hezbollah saling melancarkan serangan lintas perbatasan yang telah menewaskan hampir 400 orang, melukai lebih dari 1.100 orang, dan menyebabkan ribuan orang mengungsi sejak Senin, menurut data Lebanon.