Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan serangan drone atau pesawat nirawak yang menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris di Akrotiri, Siprus, bukan berasal dari Iran.

Meski demikian Kementerian tersebut tidak menjelaskan dari mana serangan itu berasal.

Akrotiri, di barat daya kota pesisir Limassol yang luas, menjadi salah satu dari dua pangkalan militer yang dipertahankan Inggris di bekas koloni tersebut sejak kemerdekaan pada tahun 1960.

Selain fasilitas militer, pangkalan udara ini juga menampung keluarga personel Inggris yang sedang bertugas.

Serangan drone itu mengenai pangkalan militer di Akrotiri pada Senin 2 Maret 2026, setelah Inggris mengaku enggan terlibat konflik dengan Iran tetapi mengizinkan Amerika Serikat dan Israel mengakses fasilitas militernya di Siprus tersebut.

Dalam pembaruan di X, kementerian itu juga mengatakan telah memasok kembali sistem pertahanan udara ke pangkalan RAF Inggris di Akrotiri, termasuk rudal pertahanan udara buatan negaranya.

Helikopter Inggris yang dipersenjatai dengan rudal, menjadi alutsista baru yang akan melangkapi Siprus dalam beberapa hari mendatang.