Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada Hari Rabu mengatakan, setiap sosok yang dipilih Iran untuk menjadi pemimpin pengganti mendiang Ayatollah Ali Khamenei akan menjadi target pembunuhan

"Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan itu, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan, tidak peduli namanya atau di mana dia bersembunyi," kata Katz dalam unggahan di X, melansir Al Arabiya dan AFP (4/4).

Diketahui, AS dan Iran menggelar "Operation Epic Furry" versi Washington atau "Operation Roaring Lion" versi Tel Aviv pada Hari Sabtu, dikutip dari ABC.

Serangan itu menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Tehran.

Sementara itu, serangan Israel dan AS pada Hari Selasa menghantam gedung sebuah badan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran yang baru, menurut laporan media yang berafiliasi dengan pemerintah.

"Para penjahat Amerika-Zionis menyerang gedung Majelis Pakar di Qom," selatan Teheran, menurut kantor berita Tasnim.

Majelis tersebut bertugas menunjuk, mengawasi, dan berpotensi memberhentikan pemimpin tertinggi.

Media lokal menayangkan rekaman gedung yang rusak parah akibat serangan tersebut.

Tidak ada informasi mengenai kemungkinan korban jiwa.

Mojtaba Khamenei, anak mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan menjadi calon kuat menjadi Pemimpin Tertinggi di Iran, menggantikan ayahnya.