DENPASAR - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bali memastikan temuan bercak darah yang ditemukan di sebuah hotel dan sebuah mobil di Tabanan identik dengan DNA ibu seorang warga negara Ukraina Ihor Komarav (28) yang diduga korban penculikan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan hal itu didasarkan dari hasil uji laboratorium forensik berupa sampel darah yang ditemukan tim di dua tempat yang diduga terkait dengan penculikan WN Ukraina.
"Kalau percikan darah yang kita dapatkan di vila, kemudian di mobil Avanza yang digunakan oleh pelaku itu, kita cocokkan dengan DNA dari ibu korban, identik," kata dia, Rabu, 4 Maret.
Menurut Ariasandy, dari kecocokan DNA tersebut, penyidik menduga korban Ihor Komarav dibawa oleh enam orang pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza, lalu dibekap di vila yang berlokasi di Tabanan, Bali.
"Yang jelas, di bekas-bekas darah tadi, kita bisa pastikan korban yang diculik itu pada saat itu digunakan, maksudnya diangkut menggunakan kendaraan itu dan sempat ditaruh di vila, di mana kita temukan bercak darah. Karena identik, sama, cocok dengan DNA," katanya.
BACA JUGA:
Ariasandy menyebutkan dalam kasus dugaan penculikan terhadap Ihor Komarav, penyidik telah menetapkan enam orang tersangka ditambah satu orang WNA Nigeria yang disewa oleh enam WNA untuk memesan satu unit mobil dan dua unitsepeda motor.
Polda Bali pun telah memasukkan keenam orang WNA ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan mengajukanred noticekepada Interpol untuk diburu.
"Masih kita lakukan pengejaran, tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk interpol. DPO danred noticesudah kita terbitkan," katanya.
Polda Bali memastikan empat dari WNA tersebut sudah kabur ke luar Bali, sementara dua orang lainnnya masih terdeteksi di Indonesia.